<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum</title>
	<atom:link href="http://aapp17.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aapp17.wordpress.com</link>
	<description>Part of the Letters From the Soul by AAPP</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Oct 2011 16:51:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aapp17.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/33ad41567e038a486df9d7bc3d3e84dd?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum</title>
		<link>http://aapp17.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aapp17.wordpress.com/osd.xml" title="Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aapp17.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dialog Rasulullah SAW dengan Iblis</title>
		<link>http://aapp17.wordpress.com/2011/10/06/dialog-rasulullah-saw-dengan-iblis/</link>
		<comments>http://aapp17.wordpress.com/2011/10/06/dialog-rasulullah-saw-dengan-iblis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 16:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aapp17.wordpress.com/?p=936</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to Spiritual Sharing Spiritual Sharing helps you connect and share with the people in your life. Dialog Rasulullah SAW dengan Iblis Yan Harlan Minggu, 21 Maret 2010 Kategori : Akidah dan Akhlaq Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata : “Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aapp17.wordpress.com&amp;blog=9585552&amp;post=936&amp;subd=aapp17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div id="container"><strong>Welcome to Spiritual Sharing</strong><br />
Spiritual Sharing helps you connect and share with the people in your life.</div>
<div id="container">
<div><strong>Dialog Rasulullah SAW dengan Iblis</strong></p>
<div><a href="http://www.spiritualsharing.net/memberlist/profil/yan"><img src="http://www.new.spiritualsharing.net/dirmember/00001/yan/avatar/yan.jpg" alt="" border="0" /></a></div>
<p>Yan Harlan<br />
Minggu, 21 Maret 2010<br />
Kategori : Akidah dan Akhlaq</p>
<p>Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata :</p>
<p>“Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : “Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku”. Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :” Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?”. Para sahabat menjawab, “Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Rasulullah berkata : “Dia adalah Iblis yang terkutuk – semoga Allah senantiasa melaknatnya”. Umar bin Khattab r.a. berkata :” Ya, Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?”. Nabi SAW berkata pelan :” Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari kiamat]?. Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian !”.</p>
<p>Ibnu Abbas berkata : “Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah ke-atas, tidak kesamping], kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan / kerbau [tsur]. Dia berkata, “Assalamu ‘alaika ya Muhammad, assalamu ‘alaikum ya jamaa’atal-muslimin [salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin]“. Nabi SAW menjawab :” Assamu lillah ya la’iin [Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui, engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis".</p>
<p>Iblis berkata :" Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa [diperintah].”<br />
Nabi SAW berkata :” Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini, wahai terlaknat?”.<br />
Iblis berkata,” Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku “Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepa-damu”. Allah SWT bersabda,” Demi kemulia-an dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan musuhmu karena bencana yang menimpamu”.</p>
<p>Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku yang menimpa diriku”.</p>
<p>Rasulullah kemudian mulai bertanya : “Jika kamu jujur, beritahukanlah kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?”.<br />
Iblis menjawab : “Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluk Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu”.</p>
<p>Rasulullah SAW : “Siapa lagi yang kamu benci?”.<br />
Iblis : “Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT”.</p>
<p>Rasulullah : “Lalu siapa lagi ?”.<br />
Iblis : “Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat] yang saya tahu, lagi penyabar”.</p>
<p>Rasulullah : “Lalu, siapa lagi ?”.<br />
Iblis : “Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan suci dari kotoran”.</p>
<p>Rasulullah : “Lalu, siapa lagi ?”.<br />
Iblis :” Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya”.</p>
<p>Rasulullah : “Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?”.<br />
Iblis : “Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar “.</p>
<p>Rasulullah : “Lalu, siapa lagi ?”.<br />
Iblis : ” Orang kaya yang bersyukur “.</p>
<p>Rasulullah bertanya : “Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?”.<br />
Iblis : “Jika aku melihatnya mengambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal”.</p>
<p>Rassulullah : “Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?”.<br />
Iblis : “Aku merasa panas dan gemetar”.<br />
Rasulullah :”Kenapa, wahai terlaknat?”.<br />
Iblis : “Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat”.</p>
<p>Rassulullah : “Jika mereka shaum (puasa) ?”.<br />
Iblis : “Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa”.</p>
<p>Rasulullah : “Jika mereka menunaikan haji ?”.<br />
Iblis : “Saya menjadi gila”.</p>
<p>Rasulullah : “Jika mereka membaca Al Qur’an ?’.<br />
Iblis : “Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api”.</p>
<p>Rasulullah : “Jika mereka berzakat ?”.<br />
Iblis : “Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji / kapak dan memotongku menjadi dua”.<br />
Rasulullah : “Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?”.<br />
Iblis : “Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya”.</p>
<p>Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?”.<br />
Iblis : “Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam”.</p>
<p>Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Umar ?”.<br />
Iblis : “Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya”.</p>
<p>Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Utsman ?”.<br />
Iblis : “Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya”.</p>
<p>Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?”.<br />
Iblis : “Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya [menukar darinya kepala dengan kepala], dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu”.</p>
<p>Rasulullah : “Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat”.<br />
Iblis yang terlaknat berkata kepada Muhammad : “Hay-hata hay-hata [tidak mungkin- tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]“.</p>
<p>Rasulullah : “Siapa yang mukhlis (orang yg ikhlas) itu menurutmu ?”.<br />
Iblis dengan panjang lebar menjawab : “Apakah engkau tidak tahu, wahai Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar (harta), dia tidak termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu [syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu.<br />
Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar.<br />
Wahai Muhammad, tak tahukan engkau bahwa cinta kedudukan [riyasah] termasuk dosa besar.<br />
Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar.</p>
<p>Wahai Muhammad, tidak tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu syaithan.</p>
<p>Diantara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah.</p>
<p>Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka kehendaki bersamanya.</p>
<p>Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia [zuhud]. Setan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambil keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa.</p>
<p>Apakah engkau tidak tahu, tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama tujuh puluh tahun, hingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat da’wahnya. Aku tidak meninggalkannya sampai dia dia berzina, membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang disebut oleh Allah dalam Qur’an dengan firmannya [dalam Surah Al Hasyr] : “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika mereka berkata pada manusia:”Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam”. (QS. 59:16).</p>
<p>Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, “Demi Allah aku adalah penasihat kamu berdua”.</p>
<p>Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan kejelekan orang lain, dan namimah, meng-adu domba adalah buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.<br />
Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar.<br />
Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiyamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.</p>
<p>Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang meng-akhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya:” Masih ada waktu, sementara engkau sibuk”. Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul wajahnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaithan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,’ Lihatlah kiri-kanan’, lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan kepadanya, ‘Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya’. Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.<br />
Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia ‘mencucuk’ shalat seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa. Jika ia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan ‘lijam’ [cambuk] lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.<br />
Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat. Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menaruh tangan di mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia.<br />
Bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya, ‘Shalat tidak wajib atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan ni’mat dari Allah’. Aku katakan kepada orang yang sakit : “Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata : “Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, ………</p>
<p>Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada dosa bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan”. Sampai dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya.</p>
<p>Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi pasir. Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seper-enam umatmu dari Islam.</p>
<p>Nabi berkata : “Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?”.<br />
Iblis : “Pemakan riba”.</p>
<p>Nabi : “Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?”.<br />
Iblis : “Pe-zina”.</p>
<p>Nabi : “Siapa teman tidurmu ?”.<br />
Iblis : “Orang yang mabuk”.</p>
<p>Nabi : “Siapa tamumu ?”.<br />
Iblis : “Pencuri”.</p>
<p>Nabi: “Siapa utusanmu ?”.<br />
Iblis : “Tukang Sihir”.</p>
<p>Nabi : “Apa kesukaanmu ?”.<br />
Iblis : “Orang yang bersumpah cerai”.</p>
<p>Nabi : “Siapa kekasihmu ?”.<br />
Iblis : “Orang yang meninggalkan shalat Jum’at”.</p>
<p>Nabi : “Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?”.<br />
Iblis : “Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah”.</p>
<p>Nabi : “Apa yang melelehkan badanmu ?”.<br />
Iblis: “Tobatnya orang yang bertaubat”.</p>
<p>Nabi: “Apa yang menggosongkan [membuat panas] hatimu ?”.<br />
Iblis: “Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam.</p>
<p>Nabi: “Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?”.<br />
Iblis: “Zakat secara sembunyi-sembunyi”.</p>
<p>Nabi: “Apa yang membutakan matamu ?”.<br />
Iblis : “Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]“.</p>
<p>Nabi: “Apa yang memukul kepalamu ?”.<br />
Iblis: “Memperbanyak shalat berjamaah”.</p>
<p>Nabi: “Siapa yang paling bisa membahagiakanmu ?”.<br />
Iblis : “Orang yang sengaja meninggalkan shalat”.</p>
<p>Nabi: “siapa manusia yang paling sengsara [celaka] menurutmu?”.<br />
Iblis: “Orang kikir / pelit”.</p>
<p>Nabi: “Siapa yang paling menyita pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?”.<br />
Iblis: “Majlis-majlis ulama”.</p>
<p>Nabi: “Bagaimana kamu makan ?”.<br />
Iblis: “Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku”.</p>
<p>Nabi: “Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas ?”.<br />
Iblis: “Dibalik kuku-kuku manusia”.</p>
<p>Nabi: “Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah ?”.<br />
Iblis: “Sepuluh perkara”.</p>
<p>Nabi: “Apa itu wahai terlaknat ?”.<br />
Iblis : “Aku minta kepada-Nya untuk agar saya dapat berserikat (bersatu) dalam diri Bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah :<br />
Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)</p>
<p>Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka saya ikut memakannya.<br />
Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.<br />
Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari syaithan ketika bersetubuh dengan istrinya maka syaithan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.<br />
Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah :” ……. , dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki …… (QS. 17:64) .</p>
<p>Saya memohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar mandi.<br />
Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku.<br />
Aku memohon agar saya punya al-Qur’an, maka syair adalah al-Qur’anku.<br />
Saya memohon agar punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku.<br />
Saya memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku.<br />
Saya memohon agar saya punya teman-teman yang menolongku, maka maka kelompok al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku.<br />
Dan saya memohon agar saya memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfaq-kan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekat-ku. Ia kemudian membaca ayat : Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS. 17:27)</p>
<p>Rasulullah berkata : “Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan didukung oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan membenarkanmu”.</p>
<p>Lalu Iblis meneruskan : “Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam sementara mereka tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimanapun. Kalau saya mau, dalam sesaatpun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku : “Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta”.</p>
<p>Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat.</p>
<p>Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya. Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat.</p>
<p>Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkan ditengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala-Nya sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala.</p>
<p>Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang memberikan khutbah, sehingga, mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya.</p>
<p>Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada syaithan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua syaithan itu kemudian berkata kepadanya, ‘keluarkan tanganmu’. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.</p>
<p>Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat menyesatkan sedikitpun, akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikata saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak akan membiarkan segelintir manusia-pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan “Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya”, dan tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayah sedikitpun kepada siapa saja, akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah dari Tuhan. Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-pun kafir di muka bumi ini.</p>
<p>Engkau hanyalah sebagai hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap makhluk-Nya. Sementara saya adalah hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka.</p>
<p>Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya.</p>
<p>Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman dalam QS Hud : “Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119) dilanjutkan dengan : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:3)”.</p>
<p>Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis : “Wahai Abu Murrah [Iblis], apakah engkau masih mungkin bertaubat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjamin-mu masuk surga”.</p>
<p>Ia iblis menjawab : “Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam-pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk surga. Dia, telah memilih dan meng-khususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya adalah makhluk celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepadamu dan saya mengatakan yang sejujurnya”.</p>
<p>Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan Semesta Alam, awal dan akhir, dzahir dan bathin. Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya serta para Utusan dan Para Nabi.</p>
<p>Semoga Bermanfaat..!! 
</div>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://aapp17.wordpress.com/category/random/'>Random</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aapp17.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aapp17.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aapp17.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aapp17.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aapp17.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aapp17.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aapp17.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aapp17.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aapp17.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aapp17.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aapp17.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aapp17.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aapp17.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aapp17.wordpress.com/936/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aapp17.wordpress.com&amp;blog=9585552&amp;post=936&amp;subd=aapp17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aapp17.wordpress.com/2011/10/06/dialog-rasulullah-saw-dengan-iblis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.196382 106.837893</georss:point>
		<geo:lat>-6.196382</geo:lat>
		<geo:long>106.837893</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c52e5539cfa37cd33b9f810a13ef104?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Anggita Aninditya P. P.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.new.spiritualsharing.net/dirmember/00001/yan/avatar/yan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tentang</title>
		<link>http://aapp17.wordpress.com/2011/10/02/tentang/</link>
		<comments>http://aapp17.wordpress.com/2011/10/02/tentang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 14:33:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aapp17.wordpress.com/?p=934</guid>
		<description><![CDATA[• Saya menyukai angka 17. Angka 17 merupakan tanggal kelahiran saya. 17 Oktober. Setiap tanggal 17 Agustus pun dirayakan sebagai kemerdekaan atau ‘ulang tahun’nya Indonesia. Nomor telepon saya pun harus yang mengandung unsure angka ini. Kalau tidak, terpaksa saya tidak menggunakan telepon. Angka 17 terdiri dari ‘1’ dan ‘7’ yang merupakan bilangan yang abadi dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aapp17.wordpress.com&amp;blog=9585552&amp;post=934&amp;subd=aapp17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>•	Saya menyukai angka 17. Angka 17 merupakan tanggal kelahiran saya. 17 Oktober. Setiap tanggal 17 Agustus pun dirayakan sebagai kemerdekaan atau ‘ulang tahun’nya Indonesia. Nomor telepon saya pun harus yang mengandung unsure angka ini. Kalau tidak, terpaksa saya tidak menggunakan telepon. Angka 17 terdiri dari ‘1’ dan ‘7’ yang merupakan bilangan yang abadi dan tak kan pernah bisa dibagi dengan angka lain. Saya hanya memiliki 1 Tuhan. Dan ibu saya, seseorang yang melahirkan saya ke dunia, ialah anak ketujuh. Angka 1 dan 7 jika dijumlahkan akan menjadi 8. 8 merupakan angka yang tak pernah putus. Dan semoga 17 merupakan angka yang tak pernah putus dari keberuntungan serta rahmat Tuhan. Semoga kelak saya pun menikah pada tanggal 17. Tentunya tidak dengan 17 pria.</p>
<p>•	Saya menyukai warna lembut. Cokelat susu, cokelat emas, dan semua turunan dari cream dan cokelat. Terkesan meneduhkan dan elegant. Warna pastel juga seringkali membuat saya gemas. Apalagi makan pastel isi daging dan kentang.</p>
<p>•	Berbadan gemuk, berkantong, dan selalu kalah jika bermain suit jepang. Doraemon. Sewaktu kecil dulu saya selalu menantikan film Doraemon di TV. Setiap hari Minggu sebelum bermain dan membantu ibu saya membereskan rumah, saya selalu duduk manis menunggu penampakan Doraemon di TV. Bagi saya, Doraemon adalah sosok yang lucu, penyabar, dan dapat menolong semua orang tanpa pamrih. Seringkali teman-teman saya menghadiahkan saya boneka atau apapun yang berkaitan dengan Doraemon. Sayangnya, Doraemon hanya melirik kucing tetangga. </p>
<p>•	Siapa yang tidak suka melihat bayi yang lucu dan menggemaskan? Kepala saya selalu otomatis menengok lama ketika ada bayi atau anak kecil yang lucu melintas di sekitar. Entah dari cara mereka tertawa, bertanya, atau bahkan ketika mereka diam sekalipun dan dapat membuat orang dewasa tertawa. Lucu sekali rasanya melihat proses mereka yang baru lahir dan beranjak dengan pertanyaan-pertanyaan, “Apa itu Dunia?” </p>
<p>•	Saya suka embun. Apalagi embun di atas daun. Suasana di waktu matahari muncul.</p>
<p>•	Saya lebih menyukai pemandangan alam daripada pemandangan metropolitan. Walaupun sebagai seorang pecinta seni dan desain tentunya saya memang harus menggali setiap sisi keindahan dari segala sesuatu. Bukan karena gedung-gedung megah di penjuru dunia itu tidak bagus, hanya saja mereka tak seabadi lukisan Tuhan.</p>
<p>•	Saya suka pelangi. Berwarna-warni. Dan pelangi pun berhasil menipu saya bahwa ia memiliki emas di ujungnya. Ternyata, tanpa ujung. Tanpa ada yang dapat meraihnya. Saya bahagia sekali ketika dapat melihat pelangi pertama kali di Belitung. Waktu itu saya dan komunitas saya berkesempatan untuk mengisi acara Visit Bangka Belitung Archipelago 2010. Untuk pertama kalinya juga saya melihat pelangi bertingkat dan bintang jatuh. Sebelumnya saya piker isu mengenai bintang jatuh adalah bualan belaka, ternyata di Belitung saya dapat melihat fenomena alam tersebut. Karya Tuhan yang akan selalu abadi keindahannya. Seperti pelangi, yang takkan indah jika hanya satu warna. Seperti manusia yang tak kan lengkap tanpa ciptaan Tuhan lainnya. Tanpa hujan, pelangi pun tak kan muncul. Tanpa ujian, keindahan itu tak kan bermakna.</p>
<p>•	Keinginan terbang selayaknya kupu-kupu. Kupu-kupu memiliki metamorfosa yang sempurna. Ia tak akan langsung menjadi kupu-kupu yang indah. Ia harus melalui tahap dimana ia tidak disukai oleh manusia terlebih dahulu. Ia harus menjadi ulat yang memakan dedaunan. Memakan bagian tubuh tanaman. Ia harus menjadi sebuah yang menjijikkan. Ulat yang dihindari oleh kebanyakan manusia. Kemudian, ia diberikan kesempatan untuk berkontemplasi. Mengurungkan dirinya dalam kematian semu. Untuk terlahir kembali. Sebagai kupu-kupu yang indah. </p>
<p>`</p>
<br />Filed under: <a href='http://aapp17.wordpress.com/category/random/'>Random</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aapp17.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aapp17.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aapp17.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aapp17.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aapp17.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aapp17.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aapp17.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aapp17.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aapp17.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aapp17.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aapp17.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aapp17.wordpress.com/934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aapp17.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aapp17.wordpress.com/934/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aapp17.wordpress.com&amp;blog=9585552&amp;post=934&amp;subd=aapp17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aapp17.wordpress.com/2011/10/02/tentang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.196382 106.837893</georss:point>
		<geo:lat>-6.196382</geo:lat>
		<geo:long>106.837893</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c52e5539cfa37cd33b9f810a13ef104?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Anggita Aninditya P. P.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ied Mubarak (عيد مبارك‎) 1432 H</title>
		<link>http://aapp17.wordpress.com/2011/08/31/ied-mubarak-%d8%b9%d9%8a%d8%af-%d9%85%d8%a8%d8%a7%d8%b1%d9%83%e2%80%8e-1432-h/</link>
		<comments>http://aapp17.wordpress.com/2011/08/31/ied-mubarak-%d8%b9%d9%8a%d8%af-%d9%85%d8%a8%d8%a7%d8%b1%d9%83%e2%80%8e-1432-h/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 09:35:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dear Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Human]]></category>
		<category><![CDATA[Myself]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[Ied]]></category>
		<category><![CDATA[Mubarak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aapp17.wordpress.com/?p=930</guid>
		<description><![CDATA[Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum beserta keluarga mengucapkan تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ Taqabbal Allahu Minna Wa Minkum, Shiyaama Wa Shiyamakum Kullu&#8217;aamin Wa Antum Bi Khoir Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H Minal Aidin Wal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aapp17.wordpress.com&amp;blog=9585552&amp;post=930&amp;subd=aapp17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_931" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://aapp17.files.wordpress.com/2011/08/123-copy.jpg"><img class="size-medium wp-image-931" title="Ied Mubarak 1432 H" src="http://aapp17.files.wordpress.com/2011/08/123-copy.jpg?w=300&#038;h=288" alt="" width="300" height="288" /></a><p class="wp-caption-text">Ied Mubarak 1432 H by AAPP</p></div>
<p style="text-align:center;">
<div id="fbPhotoSnowboxAuthorPic" style="text-align:center;"><a href="http://www.facebook.com/anggita.aninditya"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275971_1346705615_2892267_q.jpg" alt="" /></a></div>
<div id="fbPhotoSnowboxAuthorName" style="text-align:center;"><a href="http://www.facebook.com/anggita.aninditya">Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum</a></div>
<div id="fbPhotoSnowboxCaption" style="text-align:center;">
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم</p>
<p>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p><strong>Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum</strong> beserta keluarga mengucapkan</p>
<p>تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ</p>
<p><em>Taqabbal Allahu Minna Wa Minkum, Shiyaama Wa Shiyamakum</em><br />
<em>Kullu&#8217;aamin Wa Antum Bi Khoir</em></p>
<p>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H<br />
Minal Aidin Wal Faidzin <em>((semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah)</em><br />
Mohon Maaf Lahir &amp; Bathin</p>
<p>Mohon dimaafkan atas segala kekurangan, kesalahan, kekhilafan, perkataan, serta perbuatan yang kurang berkenan</p>
<p>Mohon maaf juga dengan segala keterbatasan, saya tidak dapat mengirim permohonan maaf satu per satu</p>
<p>InsyaAllah saya sudah memaafkan segala &amp; sama sekali tidak ada dendam di jiwa</p>
<p>Mari saling memaafkan dan bergandengan untuk melangkah ke kehidupan yang lebih baik dengan pribadi yang jauh lebih baik pula.</p>
<p>Layaknya suci kembali seperti bayi yang baru lahir dan juga terbang luas selayaknya kupu-kupu yang baru keluar dari kepompongnya.</p>
<p>Silahturahmi yang baik &amp; ikhlas menciptakan cinta kasih yang mewujudkan kedamaian lahir bathin. Tidak hanya kedamaian selama hidup di dunia, namun juga untuk di akhirat kelak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>بَارَكَ اللّهُ</p>
<p>آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن</p>
<p>وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p></div>
<br />Filed under: <a href='http://aapp17.wordpress.com/category/dear-diary/'>Dear Diary</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/category/human/'>Human</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/category/myself/'>Myself</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/category/success/'>Success</a> Tagged: <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/ied/'>Ied</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/mubarak/'>Mubarak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aapp17.wordpress.com/930/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aapp17.wordpress.com/930/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aapp17.wordpress.com/930/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aapp17.wordpress.com/930/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aapp17.wordpress.com/930/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aapp17.wordpress.com/930/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aapp17.wordpress.com/930/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aapp17.wordpress.com/930/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aapp17.wordpress.com/930/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aapp17.wordpress.com/930/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aapp17.wordpress.com/930/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aapp17.wordpress.com/930/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aapp17.wordpress.com/930/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aapp17.wordpress.com/930/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aapp17.wordpress.com&amp;blog=9585552&amp;post=930&amp;subd=aapp17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aapp17.wordpress.com/2011/08/31/ied-mubarak-%d8%b9%d9%8a%d8%af-%d9%85%d8%a8%d8%a7%d8%b1%d9%83%e2%80%8e-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.196382 106.837893</georss:point>
		<geo:lat>-6.196382</geo:lat>
		<geo:long>106.837893</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c52e5539cfa37cd33b9f810a13ef104?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Anggita Aninditya P. P.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aapp17.files.wordpress.com/2011/08/123-copy.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ied Mubarak 1432 H</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275971_1346705615_2892267_q.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Al-Qur&#8217;an &#8211; Kitab Suci Agama Islam</title>
		<link>http://aapp17.wordpress.com/2011/08/04/sejarah-al-quran-kitab-suci-agama-islam/</link>
		<comments>http://aapp17.wordpress.com/2011/08/04/sejarah-al-quran-kitab-suci-agama-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 11:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aapp17.wordpress.com/?p=924</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qur’ān (Arab: القرآن ) adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur&#8217;an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aapp17.wordpress.com&amp;blog=9585552&amp;post=924&amp;subd=aapp17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Tahoma;">Al-Qur’ān (Arab: القرآن ) adalah kitab suci agama Islam.<br />
Umat Islam percaya bahwa Al-Qur&#8217;an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril.<br />
Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-&#8217;Alaq ayat 1-5.</span></p>
<p>Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti &#8220;bacaan&#8221; atau &#8220;sesuatu yang dibaca berulang-ulang&#8221;.<br />
Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara&#8217;a yang artinya membaca.<br />
Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur&#8217;an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:</p>
<p><span style="color:#ff0000;">“Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”</span></p>
<p>Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur&#8217;an sebagai berikut:<br />
<span style="color:#ff0000;">“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”.</span></p>
<p>Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur&#8217;an sebagai berikut:<br />
<span style="color:#ff0000;">&#8220;Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas&#8221;</span></p>
<p>Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS.<br />
Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.</p>
<p>Kemurnian Kitab Al-Quran ini dijamin langsung oleh Allah, yaitu Dzat yang menciptakan dan menurunkan Al-Quran itu sendiri.<br />
Dan pada kenyataannya kita bisa melihat, satu-satu kitab yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh beribu-ribu umat Islam.</p>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Nama Nama Lain Al-Qur&#8217;an:</span></div>
<div align="center">Dalam Al-Qur&#8217;an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur&#8217;an itu sendiri.<br />
Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:<span style="color:#ff0000;">Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)<br />
Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)<br />
Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)<br />
Al-Mau&#8217;idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57)<br />
Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)<br />
Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)<br />
Asy-Syifa&#8217; (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)<br />
Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)<br />
At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)<br />
Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)<br />
Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)<br />
Al-Bayan (penerang): QS(3:138)<br />
Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)<br />
Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)<br />
An-Nur (cahaya): QS(4:174)<br />
Al-Basha&#8217;ir (pedoman): QS(45:20)<br />
Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)<br />
Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)</span></p>
</div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Struktur dan Pembagian Al Quran</span></div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Surat, ayat dan ruku&#8217;</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Al-Qur&#8217;an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat).<br />
Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr.<br />
Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku&#8217; yang membahas tema atau topik tertentu.</span></div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Makkiyah dan Madaniyah</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah).<br />
Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah.<br />
Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia.<br />
Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang-panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya (syari&#8217;ah).<br />
Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah.</span></div>
<div align="center"> </div>
<div align="center">
<table id="post485156146" width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" align="center">
<tbody>
<tr valign="top">
<td>
<div>
<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="6">
<tbody>
<tr>
<td>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Juz dan manzil</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Dalam skema pembagian lain, Al-Qur&#8217;an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz.<br />
Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur&#8217;an dalam 30 hari (satu bulan).<br />
Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur&#8217;an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu).<br />
Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.</span></div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Menurut ukuran surat</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada didalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:<br />
As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang).<br />
Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus<br />
Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu&#8217;min dan sebagainya<br />
Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya<br />
Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div>
<div> </div>
<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="6">
<tbody>
<tr>
<td>
<div align="center"> </p>
<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="6">
<tbody>
<tr>
<td>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">SEJARAH AL-QUR&#8217;AN Hingga Berbentuk MUSHAF</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Al-Qur&#8217;an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak.<br />
Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur&#8217;an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an tidak turun sekaligus.<br />
Al-Qur&#8217;an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.<br />
Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah.<br />
Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah.<br />
Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.</p>
<p>Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur&#8217;an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW.<br />
Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.</span></div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Pengumpulan Al-Qur&#8217;an di masa Rasullulah SAW</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur&#8217;an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab.<br />
Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan.<br />
Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang.<br />
Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an setelah wahyu diturunkan.</span></div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Pengumpulan Al-Qur&#8217;an di masa Khulafaur Rasyidin</span></div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Pada masa pemerintahan Abu Bakar</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur&#8217;an dalam jumlah yang signifikan.<br />
Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur&#8217;an yang saat itu tersebar di antara para sahabat.<br />
Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut.<br />
Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur&#8217;an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar.<br />
Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.</span></div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur&#8217;an (qira&#8217;at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda.<br />
Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku.<br />
Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini.<br />
Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar).</p>
<p>Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur&#8217;an.<br />
Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:<br />
Suwaid bin Ghaflah berkata, &#8220;Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman.<br />
Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur&#8217;an sudah atas persetujuan kami.<br />
Utsman berkata, &#8216;Bagaimana pendapatmu tentang isu qira&#8217;at ini?<br />
Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira&#8217;atnya lebih baik dari qira&#8217;at orang lain.<br />
Ini hampir menjadi suatu kekufuran&#8217;.<br />
Kami berkata, &#8216;Bagaimana pendapatmu?&#8217;<br />
Ia menjawab, &#8216;Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.&#8217;<br />
Kami berkata, &#8216;Pendapatmu sangat baik&#8217;.&#8221;</p>
<p>Menurut Syaikh Manna&#8217; Al-Qaththan dalam Mahabits fi &#8216;Ulum Al Qur&#8217;an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat.<br />
Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya.<br />
Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam.<br />
Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur&#8217;an turun dalam dialek bahasa mereka.<br />
Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).</p>
<p>Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur&#8217;an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam, mengupas makna) dalam berbagai bahasa.<br />
Namun demikian hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab.<br />
Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur&#8217;an itu sendiri.</span></div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Terjemahan</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Terjemahan Al-Qur&#8217;an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur&#8217;an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh.<br />
Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur&#8217;an.<br />
Sebab Al-Qur&#8217;an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan untuk suatu maksud yang bervariasi;<br />
kadang-kadang untuk arti hakiki, kadang-kadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud lainnya.</span></div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Tafsir</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Upaya penafsiran Al-Qur&#8217;an telah berkembang sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad, saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu.<br />
Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur&#8217;an terus berlanjut.<br />
Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat.<br />
Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div> </div>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<p><em></em> </p>
</div>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
<td align="right"> <!-- / controls --></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div id="postmenu_485156146_menu"> </div>
<div><span style="font-family:Franklin Gothic Medium;"><span style="font-family:Franklin Gothic Medium;"><span style="font-size:small;"> </span></span></span></p>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Adab Terhadap Al-Qur&#8217;an</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Ada dua pendapat mengenai hukum menyentuh Al-Qur&#8217;an terhadap seseorang yang sedang junub, perempuan haid dan nifas.<br />
Pendapat pertama mengatakan bahwa jika seseorang sedang mengalami kondisi tersebut tidak boleh menyentuh Al-Qur&#8217;an sebelum bersuci.<br />
Sedangkan pendapat kedua mengatakan boleh dan sah saja untuk menyentuh Al-Qur&#8217;an, karena tidak ada dalil yang menguatkannya.</span></div>
<p><em><em></em></em></p>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Pendapat pertama</span></div>
<p><em></em></p>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur&#8217;an, seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu.<br />
Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi&#8217;ah ayat 77 hingga 79.</p>
<p>Terjemahannya antara lain:56-77. Sesungguhnya Al-Qur&#8217;an ini adalah bacaan yang sangat mulia, 56-78.<br />
pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), 56-79.<br />
tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (56:77-56:79)</p>
<p>Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur&#8217;an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim.<br />
Mereka mempercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur&#8217;an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci.<br />
Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.</span></div>
<p><em><em></em></em></p>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Pendapat kedua</span></div>
<p><em></em></p>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Pendapat kedua mengatakan bahwa yang dimaksud oleh surat Al Waaqi&#8217;ah di atas ialah:<br />
&#8220;Tidak ada yang dapat menyentuh Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfudz sebagaimana ditegaskan oleh ayat yang sebelumnya (ayat 78) kecuali para Malaikat yang telah disucikan oleh Allah.&#8221;</p>
<p>Pendapat ini adalah tafsir dari Ibnu Abbas dan lain-lain sebagaimana telah diterangkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Katsir di tafsirnya.<br />
Bukanlah yang dimaksud bahwa tidak boleh menyentuh atau memegang Al-Qur’an kecuali orang yang bersih dari hadats besar dan hadats kecil.<br />
Pendapat kedua ini menyatakan bahwa jikalau memang benar demikian maksudnya tentang firman Allah di atas, maka artinya akan menjadi:<br />
Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali mereka yang suci/bersih, yakni dengan bentuk faa’il (subyek/pelaku) bukan maf’ul (obyek).<br />
Kenyataannya Allah berfirman : Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan, yakni dengan bentuk maf’ul (obyek) bukan sebagai faa’il (subyek).<br />
“Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci” Yang dimaksud oleh hadits di atas ialah : Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang mu’min, karena orang mu’min itu suci tidak najis sebagaimana sabda Muhammad. “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”</span></div>
<div align="center"><span style="text-decoration:underline;">Hubungan Dengan Kitab Kitab Lain</span></div>
<div align="center"><span style="font-family:Tahoma;">Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur&#8217;an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut.<br />
Berikut adalah pernyataan Al-Qur&#8217;an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur&#8217;an dengan kitab-kitab tersebut:<br />
Bahwa Al-Qur&#8217;an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)<br />
Bahwa Al-Qur&#8217;an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)<br />
Bahwa Al-Qur&#8217;an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)<br />
Bahwa Al-Qur&#8217;an meluruskan sejarah.<br />
Dalam Al-Qur&#8217;an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut.<br />
Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen.</span></div>
<p> </p></div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://aapp17.wordpress.com/category/blog/'>Blog</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a> Tagged: <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/al-quran/'>Al-Quran</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aapp17.wordpress.com/924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aapp17.wordpress.com/924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aapp17.wordpress.com/924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aapp17.wordpress.com/924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aapp17.wordpress.com/924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aapp17.wordpress.com/924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aapp17.wordpress.com/924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aapp17.wordpress.com/924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aapp17.wordpress.com/924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aapp17.wordpress.com/924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aapp17.wordpress.com/924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aapp17.wordpress.com/924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aapp17.wordpress.com/924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aapp17.wordpress.com/924/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aapp17.wordpress.com&amp;blog=9585552&amp;post=924&amp;subd=aapp17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aapp17.wordpress.com/2011/08/04/sejarah-al-quran-kitab-suci-agama-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.196382 106.837893</georss:point>
		<geo:lat>-6.196382</geo:lat>
		<geo:long>106.837893</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c52e5539cfa37cd33b9f810a13ef104?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Anggita Aninditya P. P.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEDxJakart​a: Journey to Return</title>
		<link>http://aapp17.wordpress.com/2011/07/31/tedxjakart%e2%80%8ba-journey-to-return/</link>
		<comments>http://aapp17.wordpress.com/2011/07/31/tedxjakart%e2%80%8ba-journey-to-return/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 04:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random]]></category>
		<category><![CDATA[childhood]]></category>
		<category><![CDATA[experience]]></category>
		<category><![CDATA[journey]]></category>
		<category><![CDATA[Registration]]></category>
		<category><![CDATA[return]]></category>
		<category><![CDATA[TEDx Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aapp17.wordpress.com/?p=916</guid>
		<description><![CDATA[It&#8217;s finally here!! The 7th TEDxJakarta: Journey to Return, giving you an experience that will take you back; to the past, to your childhood, to common sense, to universal values, and to yourself. The event will be held on August 13th, 2011 in Cilandak, South Jakarta (exact venue to be announced to attendees) from 9.00 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aapp17.wordpress.com&amp;blog=9585552&amp;post=916&amp;subd=aapp17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It&#8217;s finally here!!</p>
<p>The 7th TEDxJakarta: Journey to Return, giving you an experience that will take you back;<br />
to the past, to your childhood, to common sense, to universal values, and to yourself.</p>
<p>The event will be held on August 13th, 2011 in Cilandak, South Jakarta (exact venue to be announced to attendees)<br />
from 9.00 AM (registration) to 5.45 PM (buka puasa provided)</p>
<p>REMEMBER!</p>
<p>Registration opens on our website on August 2nd, 2011 at 8.00 PM</p>
<p>This time, we use a first come first serve method for registration. From our past experience, the limited (free)<br />
tickets can be sold out in just 2 days. So plan ahead to register to make sure you get seats.</p>
<p>Hope to see you there!</p>
<p>TEDxJakarta Team<br />
e: info@tedxjkt.org<br />
w: www.tedxjkt.org<br />
t: @TEDxJakarta</p>
<br />Filed under: <a href='http://aapp17.wordpress.com/category/random/'>Random</a> Tagged: <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/childhood/'>childhood</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/experience/'>experience</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/journey/'>journey</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/registration/'>Registration</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/return/'>return</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/tedx-jakarta/'>TEDx Jakarta</a>, <a href='http://aapp17.wordpress.com/tag/universal/'>universal</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aapp17.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aapp17.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aapp17.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aapp17.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aapp17.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aapp17.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aapp17.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aapp17.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aapp17.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aapp17.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aapp17.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aapp17.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aapp17.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aapp17.wordpress.com/916/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aapp17.wordpress.com&amp;blog=9585552&amp;post=916&amp;subd=aapp17&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aapp17.wordpress.com/2011/07/31/tedxjakart%e2%80%8ba-journey-to-return/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c52e5539cfa37cd33b9f810a13ef104?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Anggita Aninditya P. P.</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
