Aku tahu

Sebentang danau yang dalam usai kau seberangi

Serintang padang onai kau lalui

Juga setebing karam curam sudah terlewati

Sejak sore tadi hingga bulan tegak di kepala

Aku tahu, ada yang kau telah renungi

Sepanjang malam

Tentang coba yang masih melintang

Tentang anugerah yang tertunda

Tentang cinta yang makin tegar!

Maka pagi ini, setelah mentari menelan diri hari

Di depan cermin, senyummu mengembang lagi

Dan hari ini adalah seperti kemarin

Juga hari-hari yang terjalani

: Kamu semakin cantik dari hari ke hari

Aku melihatmu cantik setiap hari

(dikutip dari buku Hari Ini Aku Makin Cantik)

Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini! Sungguh, aku makin cantik! Lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi. Coba lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. Bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin. Mukaku tidak lagi tertekuk penuh beban dan “kebetean” seperti waktu-waktu yang lewat. Tubuhku tidak lagi lesu karena keputusasaan dan kehilangan harapan.

Sungguh, aku makin cantik hari ini! Coba perhatikan, mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan. Bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan. Pipiku merona merah oleh semangat pengharapan. Urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan. Semuanya menjadikan wajahku berseri-seri. Sungguh, cantiknya aku hari ini!

Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari, menyanyi, menikmati hidup ini, dan tidak membiarkan permasalahan memengaruhi suasana hati. Ah, cantiknya diriku karenanya. Sudah sepekan, aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudara. Hal itu telah membuatku lebih cantik hari ini. Sudah seminggu, aku berusaha lebih banyak berderma pada sesama. Kini, aku merasakan cantik sebagai balasannya. Sudah seperempat bulan, aku berusaha lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi. Kini, kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali. Bahagianya aku karenanya! Bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja.
***

Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri. Ada kalanya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan. Ada kalanya kita melakukan kesalahan. Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan. Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan. Ada kalanya kita tidak mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang kita bayangkan. Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita rasakan hingga sikap kitapun terbawa oleh perasaan, lalu kita mengambil langkah tanpa pertimbangan. Tindakan yang dilakukan pun akhirnya lebih berupa reaksi spontan. Akibatnya, yang tertinggal kemudian hanya penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam. Tahukah dikau? Semua itu akan menyebabkan penampilan kita makin buruk saja.

(bersambung)

taken from an inspirative book: Hari Ini Aku Makin Cantik
oleh Azimah Rahayu

untuk semua teman temanku yang cantik dan baik hatii serta sholeha…^_^

Advertisements