Tags

, , ,


Assalamualaikum Wr. Wb,

Hai teman-teman semua 🙂

Pada kesempatan kali ini aku akan mengulas mengenai buku “Karena Kita Tidak Kenal” karangan Kak Farida Susanty.

Sebelumnya untuk yang belum mengenal siapa itu Kak Ida, Kak Ida adalah pengarang Novel Best Seller “Dan Hujan Pun Berhenti” .

Ya, novel ini aku sangat suka dan menanti-nanti kehadiran novel berikutnya. Eng.. ing.. eng.. sekarang sudah muncul. Hehe.

Kak Ida juga pemenang Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2007 Kategori Penulis Muda Berbakat.

*****

Ketika mendengar buku terbaru Kak Ida sudah keluar, aku ingin segera membelinya.  Kemudian aku mencari-cari ke beberapa toko buku. Tapi, sayangnya aku tidak menemukannya. Akhirnya aku menitip buku itu kepada salah satu teman di komunitasku.

Keesokan harinya temanku meneleponku. Kupikir hasilnya juga sama saja. Ternyata dia sangat niat membantuku untuk mencarikan buku itu sampai menelepon semua cabang salah satu nama toko buku terkenal.

Dan alhamdulillah sekali,  ia mengatakan bahwa buku itu sudah ditemukan.

Waaaah.. Cihuuuyuhuuy Giraaaang super duper.

Tuing Tuing ~Lompat-Lompat Salto~ 😀

(walau tetap mengharapkan bisa mendapatkan “TOPENG” dari buku tsb)

Dan ternyata temanku itu menemukannya di toko buku daerah SMA-ku. Haha… Dudul sekali rasanya tidak kepikiran untuk ke sana. Terima kasih ya yang sudah memberikan buku itu kepadaku 🙂

Ok. Setelah mendapatkan buku itu, aku langsung pulang dan membuat cappucino seperti biasa saat aku akan membaca novel2 yg lainnya.

Dari hal 1 “Pesan dari Seorang Asing”,  kalimat-kalimat yang dibuatnya saja sudah mencerminkan karakternya.

Atau mungkin juga tidak. Mungkin cerita saya berarti sesuatu bagimu. Mungkin ada kesamaan di antara kita. Mungkin kita berpikir hal yang sama, merasakan hal yang sama, seakan kita 2 orang yang sudah lama kenal

Ya mungkin ketika kita tidak mengenal orang asing itu kita tidak tahu ternyata kita memiliki cerita / pendapat / kesukaan / sifat / dll yang sama.

Mungkin, ternyata kita sesama pecinta… :

 

Ya, hewan yang bagiku memiliki filosofi metamorfosis sempurna. Dimana bentuk pertama kupu-kupu adalah telur pada awalnya yang menggambarkan ketidakberdayaan, lalu menetas menjadi ulat yang tertatih-tatih saat melangkahi bahtera kehidupan walaupun dia tahu banyak tantangan dan bahaya yang dia hadapi dia tetap kukuh untuk melanjutkan hidupnya. Karena dia tahu hidupnya belum berakhir sampai disitu masih ada bayangan kehidupan yang indah yang dia cita-citakan walau jalan yang berat dan berliku menerjang.
Dia tetap yakin dengan kekukuhan hatinya. Sampai disitu dia mencari pepohonan atau dedaunan yang nyaman untuk dia berkontemplasi [bertapa]. Dengan tujuan untuk mempelajari kehidupan yang sesungguhnya, merenungkan makna hidup dan mencoba mencari kebijaksanaan dalam hidup. Yaitu dengan mengurung dirinya dalam wujud kepompong, walaupun dari luar dia berwujud buruk namun didalamnya dia memiliki kebaikan yang tulus dan hakiki demi kebahagian semua orang. Sekian lama dia mengurung dirinya dalam kepompong demi kebahagian semua orang.
Akhirnya saat itu muncul juga saat kupu-kupu mencapai puncak perubahan yang dinantikan dia berubah menjadi mahluk yang sangat indah dan menjadi perhatian banyak orang, hal ini untuk memenuhi cita-cita dan keyakinannya walaupun perjuangan awalnya yang sangat melelahkan dan membuat dirinya tersiksa. Namun keyakinan dan kekuatan hatinyalah yang menyingkirkan semua perasaan itu. Karena dia tahu yang diperjuangkan dan dia lakukan ini adalah semata buat semua orang bukan untuk dirinya sendiri.

Ya Tuhan,

Mungkin bukan orang asing itu saja kan yang sama sepertiku? Kenapa kau hadirkan dia? Untuk apa? Untuk menyadarkanku bahwa aku tidak sendiri di sini?

Aku suka Pelangi, Ya Tuhan. Begitu indahnya keragaman warna itu menjadi satu. Begitu penasarannya aku akan ujungnya. Apa benar ada guci di ujung sana? Aku tak pernah menanyakannya pada kurcaci-kurcaci itu. Dan bahkan orang asing itu.

Aku suka Kupu-Kupu, Ya Tuhan. Aku suka proses itu. Membuatku smakin kuat menghadapi apa yang terjadi esok. Maukah Engkau mengizinkanku untuk terbang selayaknya kupu-kupu nan elok? Agar aku tahu apa benar kisah ujung Pelangi (ini bukan Plaza Semanggi) itu. Untuk bisa terbang di malam hari melihat bintang-bintang lebih dekat.

Terkadang hanya bisa tersenyum mengingat keasingan orang yang tidak asing 🙂

…..

Kembali ke soal buku. Oh ya Kak Ida juga kreatif dan  humoris menurutku.

Jadi… Adakah orang asing di dunia ini?

Mari kita cari tahu bersama…

… ke pasar. Satu kilonya berpa sih, harganya tahu?

Gubrak gedebruk auw… (doh Kak Ida Kak Ida… “Tahu harganya tahu?” ) 😛

#1

Ya permasalahan yang dibahas di sini aku rasa pernah juga terjadi di kenyataan walau cerita itu hanya fiktif. Haha. Ya masa-masa labilnya remaja. Fana. Sesuatu yang sebenarnya tidak patut juga dibanggakan.

“Jumlah teman di FS”

#2

“nggak usah kangen aja. Pasti ga sedih”

Entah mengapa kata-kata itu membuatku menjadi kuat. Hehe 😀

#3

“Kalau ia bukan orang yang diharapkan orang tuanya, lalu sebenarnya siapa dia?”

Dan aku termenung.

#4

“Walau kau sekarang sedang di masa di mana mungkin kau tidak mengenali dirimu sendiri ketika bercermin..”

Ya di ulang tahun ke 10 diriku berbeda denga di ulang tahu 14, 17, bahkan 19 ini. Aku yang mana yang sebenarnya? Atau mungkin aku belum menemukan jati diriku? Belum bertemu dengan Sang Panji

#5

“Mungkin itu fungsi orang asing ‘kan? Untuk membagi rahasia-rahasia kotormu yang tidak bisa kamu ceritakan pada orang-orang terdekatmu…”

“Fungsi orang asing”? Ya, orang asing itu bukan sampah yang dilihat dengan tatapan sinis kok menurutku. Ia akan menjadi tidak asing lagi ketika kita mendekatinya.

*****

Buku ini sangat menarik untukku. Ceritanya dapat kupahami. Bahkan pernah juga di antara nya pernah ku alami. Ya aku tidak asing dengan cerita-cerita orang asing di sini.

Cover-nya juga bagus.

Di setiap bagian banyak kutipan2 bagus untuk kita renungkan dan ilustrasi yang menggambarkan kisah-kisah / pesan yang dibahas.

Bagiku seseorang seperti Kak Ida bisa menjadi inspirasiku dan teman-teman untuk lebih bisa mengungkapkan apa yang kita rasa, pikir, rancang, dan bahkan imajinasi kita. Karena bisa saja sedikir cerita dari kita bisa berguna untuk orang lain, bukan? 🙂

Demikianlah yang dapat kutuliskan di sini.

Terima kasih ya untuk yang sudah membaca.

Semoga bisa menginspirasikan kita semua.

Sukses terus ya untuk Kak Farida Susanty.

Selamat berkarya ^^

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Jakarta, 20 Mei 2010


–  AAPP –

 

Giri Maulana 

Giri Maulana 

gw kenal ini. dulu waktu masih sering mondar mandir di web pulau penulis. 

farida susanty. dan hujan pun berhenti yang covernya teru teru bozu.

tapi dia gak kenal gw. haha. wajar lah

June 19 at 9:35pm · ·
Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum 

Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum 

– Kembaranku: Terima kasih jempolnya, sayang ^^ 

– Pengawalku: KENALan makanya atuh. Hehe. Web Pulau Penulis? Dmn ya itu? Dkt Pulau 1000 tak? Saya juga fans berat Kak Ida 😀

Monday at 5:17am · ·
Giri Maulana 

Giri Maulana 

http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php?board=147 

dulu ikutannya waktu sma. sekarang udah nggak.

Monday at 8:45am · ·
Advertisements