“Lawan Gravitasi vs Lawan Pikiran”

“Gravitasi. Kenapa kita tidak dapat melawan gravitasi? Kalau pun ada, itu diakali dengan trik atau penelitian. Ketika berdiri, mengapa harus selalu kaki berada di bawah. Bisa jadi ia mengingingkan untuk berada di atas dan memimpin perjalanan. Tentu saja sang kepala tidak bisa menempuh target tanpa kaki sang pelangkah. Langkah itu menyisakan jejak. Jejak yang tak mungkin hilang dari catatan lorong waktu. Dilupakan mungkin, tapi tidak untuk dihilangkan. Lantas, beranikah engkau melawan hal-hal yang sudah biasa engkau lakukan? Demi meraih target yang tak biasa dan bahkan belum pernah engkau raih sebelumnya? Karena selalu ada yang “tak biasa” dari yang “biasa-biasa” saja..”

– Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum – 

Advertisements