Aku 
adalah atom-atom semu yang berotasi pada kesunyian 
Partikel yang meraung tanpa bunyian 

Bagai Malaikat tiada ingkar 
Terdistorsi pada hingar bingar 

Aku ialah badai yang menyerbu tak pandang arah 

Aku si angin belantara yang membisu hingga berdarah 

Berkelana tanpa antara 
Menemukan giantara 

Aku sumber keretakan rimba 
Pengulah timba 

Aku yang terlahir 
tapi tak lahir 

Aku yang membusuk dalam hampa 
Kemudian mati perlahan, 
Dengan belati menahan, 
Hati tak papa 

Aku mulai hidup (kembali) 
Namun tak berdegup 

– Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum –

Advertisements