Kebanyakan manusia memburu kecantikan, baik untuk memuaskan keinginan kemanusiaannya maupun untuk hal-hal yang bersifat komersial. Rasanya hampir di setiap kesempatan kita disibukkan dengan sajian yang mengeksploitasi kecantikan. Kita tak henti-hentinya berdecak, entah karena rasa kagum atau nelongso. Saya sering mendengar banyak wanita yang rela operasi atau suntik demi kecantikan yang mereka dambakan. Bahkan, teman saya sendiri pun di usia muda-nya ada yang tak pikir panjang untuk mengeluarkan jutaan rupiah demi “mengubah” bentuk fisiknya. Padahal bagi pandangan saya, ia tidak kekurangan fisik satu pun.
Kecantikan seolah menjadi primadona. Banyak yang menjadi korban dari pencitraan, mitos, atau definisi yang entah datangnya dari mana lalu mengemuka dalam masyarakat dan budaya.
Benarkah kecantikan itu ada secara alami ataukah kecantikan itu hasil konstruksi sosial saja? Apakah kecantikan hanya yang tampak pada raga ataukah kecantikan lebih dari sekadar yang tampak (inner beauty), yaitu menjangkau sampai kedalaman kepribadian dan kualitas otak?
Kecantikan ialah sesuatu yang dicintai secara naluriah. Sesuatu yang menyenangkan hati. Hati itu dikodratkan untuk mencintai kecantikan dan memandangnya sebagai sesuatu yang baik.
Dengan demikian, bahwa kebaikan itulah kecantikan. Kecantikan juga merupakan hasil dari perbuatan baik dan kemurahan hati.
Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian atau aksesoris mahal dan bagus yang dikenakannya, tidak pula didapat dari hasil manipulasi salon atau operasi, tetapi pada matanya.
Cara ia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia. Dimana CINTA dapat berkembang.
Kawan-kawan, janganlah terjebak dengan sesuatu yang fana. Cantik rupa tidak sepenting cantik hati dan laku. Tentunya kita akan letih jika terus mengikuti dan berpikir akan pandangan sesama makhluk. Maka, lebih menenangkan dan mendamaikan, jika Tuhan yang menyatakan kita sebagai makhluknya yang cantik.
Inner Beauty berasal dari sifat-sifat baik / positif yang dimiliki oleh seseorang untu memunculkan dan memaksimalkannya, pikiran, hati, dan jiwa kita harus selalu berusaha menghindari berbagai sifat negatif seperti iri, dengki, kesombongan, licik, rendah diri, putus asa, dan sebagainya. Selain itu gali dan kembangkanlah potensi yang kita miliki dan lakukanlah kegiatan-kegiatan yang positif. Dan tentu saja selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan Tuhan.
Seseorang yang memiliki Inner Beauty biasanya mempunyai self confidence yang tinggi, anggun dalam berucap dan bertingkah laku, merasa nyaman dengan apa yang melekat pada dirinya selain itu ketulusan, keramahan, kelembutan, dan kehangatan biasanya akan terpancar dari dirinya.
Kecantikan dengan demikian adalah sesuatu yang begitu agung jikalau kita membicarakannya. Sesuatu yang agung itu dapat berupa budi baik, kecerdasan dalam IQ-EQ-SQ, kedemawanan, keuletan, ketakwaan, kesabaran, keikhlasan, perjuangan yang tak kenal menyerah, dan sebagainya.
Kecantikan seperti itulah yang berbentuk kepribadian yang luar biasa dengan keindahan akhlak dan kecemerlangan otak.
Kecantikan seperti ini yang disepakati dalam sejarah istri Rasulullah saw.
Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang cantik luar dalam dan cantik pula dari pandangan Tuhan.

Jakarta, 8 Januari 2013

– Anggita Aninditya –

Advertisements