image

 

Tuhan, Kau tahu mengapa akhirnya aku menulis ini? 

Karena aku tak tahu lagi bagaimana bercerita.

Aku tak tahu kemana aku harus percaya.

Aku tak tahu kemana aku harus bersandar. 

Saat ini hatiku berkecamuk, Tuhan. 

Menangis & Tersenyum, sudah biasa ku lakukan dalam waktu yang bersamaan. 
Ini menjadi hal yang biasa dalam hidupku.

Aku hanya ingin tetap dapat menari di dalam perasaan itu.

 

 

Selamat Malam, Tuhan, dan para pembaca.

Jakarta, 24 Januari 2013

10:09 PM

– Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum –

Advertisements